1. ILMU
BUDAYA DASAR
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai
pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris
"The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan
bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan
mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih
manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan
bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia
sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi
humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak
meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok
pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu
pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan
dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu
Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan
yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode
ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai
keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu
kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu
dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang
termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia,
biologi, kedokteran, mekanika.
2. Ilmu-ilmu
Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji
hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi
hash penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran.
Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah
dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu
ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial,
sosiologi hukum, dsb.
3. Pengetahuan
budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti
kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan
metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat
unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada
umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya
dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya (
The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup kcahlian (disiplin)
scni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai
bidang kcahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedang
Ilmu Budaya Dasat ( Basic Humanities ) adalah usaha yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan
perkataan lain Ilmu Budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal
dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran
dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya
dasar dalam bahasa Inggris disebut dengan Basic Humanities. Pengetahuan budaya
dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. pengetahuan budaya
mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk betbudaya ( homo humanus ),
sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan
usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum
tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia
dan kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian
yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities). akan tetapi ilmu
budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian
mahasiswa dengan cam memperluas wawasan pemikiran serta kemarnpuan kritikalnya
terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya,
maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau
tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan
penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih
mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bane, terutama untuk kepentingan
profesi mereka
2. Memberi kesempatan
pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan
dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan
yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar
mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang
disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan
pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan
kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang
luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
PERSAMAAN DAN
PERBEDAAN IBD DENGAN IPS
I. Persamaan antara IBD dan IPS
Persamaan
dari keduanya antara lain adalah :
· Keduanya merupakan bahan studi untuk
kepentingan program pendidikan atau pengajaran
· Keduanya
bukan merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
· Keduanya
mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan permasalahan sosial
II.
Perbedaan antara IBD dan IPS
Perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan
Sosial, yaitu :
· Ilmu
Budaya Dasar diberikan pada tingkat perguruan tinggi sedangkan Ilmu Pengetahuan
Sosial diberikan pada tingkat pendidikan dasar maupun tingkat pendidikan
lanjutan menengah pertama sampai menengah atas.
· Ilmu
Budaya Dasar merupakan matakuliah tunggal artinya tidak memiliki kelompok mata
pelajaran sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah kelompok dari sejumlah mata
pelajaran diantaranya Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan lain-lain.
· Ilmu
Budaya Dasar bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum
tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan
kebudayaan sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan untuk pembentukan
pengetahuan dan keterampilan intelektual.
RUANG
LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Berdasarkan dari definisi mengenai IBD yang telah
dijalaskan dalam bagian sebelumnya, terdapat beberapa aspek yang terkandung di
dalamnya. Aspek-aspek tersebut adalah :
- Aspek kehidupan yang
intinya menangani dan mengungkapkan masalah kemanusiaan dan kebudayan dengan
pendekatan pengetahuan budaya (The Humanities), dari berbagai macam segi
disiplin ilmu kebudayaan atau keahlian maupun ilmu-ilmu gabungan.
- Hakekat manusia yang
satu (universal), namun banyak perbedaan- perbedaan antara manusia yang satu
dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan
ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam,
dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti: ungkapan, pikiran, dan
perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
Melihat dari kedua masalah diatas,
keduanya merupakan inti masalah pokok yang dibahas dalam mata kuliah IBD.
Pengkajian manusia menjadi objek utama dalam mata kuliah ini. Bagaimana
hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia, dirinya sendiri,
nilai-nilai moral dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema
sentral dalam Ilmu Budaya Dasar.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan
adalah :
-
Manusia dan cinta kasih
-
Manusia dan keindahan
-
Manusia dan penderitaan
-
Manusia dan keadilan
-
Manusia dan pandangan hidup
-
Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
-
Manusia dan kegelisahan
-
Manusia dan harapan.
Kedelapan pokok bahasan itu termasuk
dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai
cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan,
patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik
menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun
secara gabungan cabang-cabang tersebut. Pokok bahasan manusia dan cinta kasih
misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat
atau seni tari dan sebaginya. Disamping itu pokok bahasan manusia dan cinta
kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya
seni tari, atau filsafat dan sebagainya.
2. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
UNSUR-UNSUR
YANG MEMBANGUN MANUSIA
Sebenarnya ada banyak sekali unsur-unsur yang
membangun manusia, namun dari sekian banyak unsur-unsur itu, di sederhanakan
menjadi 2 klasifikasi, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Unsur jasmani
adalah semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan fisik manusia, seperti
makan, minum, dan lain-lain. Yang jika tidak di penuhi maka akan berakibat
buruk bagi manusia itu. Sedangkan unsur rohani adalah semua hal yang
berhubungan dengan kebutuhan rohani, atau hati manusia. Seperti agama atau
keyakinan, ketenangan hati, rasa aman, rasa bahagia dan lain-lain. Manusia
tidak bisa hidup tanpa kedua unsur itu dan manusia juga tidak bisa pula hidup
dengan mengutamakan salah satu unsur dan mengabaikan yang lainnya. Manusia
butuh kedua unsur itu secara seimbang, percuma jika seseorang mendapatkan semua
kebutuhan jasmaninya namun, kebutuhan rohaninya terabaikan. Bagaimana perasaan
anda jika anda bisa makan makanan yang nikmat setiap hari, namun uang untuk
membeli makanan itu di dapatkan dari hasil mencuri, maka kita akan merasa
kenyang namun hati akan merasa takut. takut akan ketahuan oleh orang lain, dan
takut akan dosa. Dan juga berlaku sebaliknya jika kita merasakan ketenangan
hati, kebahagiaan, namun jika tidak makan dan tidak minum, maka hidup seseorang
tidak dapat berjalan dengan semestinya.
HAKEKAT
MANUSIA
Hakikat manusia dalam pandangan ilmu sosiologi menurut Bapak
Agus Comte “konsep manusia dalam ilmu sosiologi belum sepenuhnya melihat
manusia sebagai mahluk yang utuh dan mandiri”. Comte berpendapat bahwa
masyarakatlah yang menentukan individu. Baginya manusia itu ada untuk
masyarakat dan masyarakatlah yang menentukan segala-galanya. Comte melihat
bahwa manusia adalah non-rational. Oleh karena itu menurutnya “individual
liberty” justru akan menimbulkan bahaya bagi keutuhan masyarakat itu sendiri.
Demikian juga dalam masyarakat, tak seorangpun dapat berpendapat lain dari pada
apa yang telah diputuskan oleh golongan tertinggi masyarakat itu, yaitu “The
Intellectua Scientific Religious Group.” Ini berarti bahwa manusia
adalah hanya suatu bagian dari masyarakat. Ia hidup dalam masyarakat tetapi ia
tidak dapat mengarahkan masyarakat sesuai dengan keinginannya. Dalam pendidikan
manusia diibaratkan suatu benda kosong dan adalah tugas masyarakat untuk
mengisinya dengan norma-norma atau nilai-nilai yang dapat membuat masyarakat
ini berbuat secara lebih terarah dalam artian tidak menggangu sistem. Oleh
karena itu Sosialisasi dalam kehidupan manusia dipandang sangat penting. Namun
bagi Indonesia, konsep manusia yang diberikan oleh Comte sulit untuk diterima,
karena konsep tersebut terlalu memberikan porsi yang besar pada masyarakat,
sedangkan individu tidak diberi kesempatan untuk aktif melakukan kegiatan
kemasyarakatan. Pemerintah Indonesia bertujuan membentuk manusia seutuhnya,
artinya melihat manusia tidak hanya sekedar menerima nilai-nilai masyarakat
saja, tetapi ia juga dapat menciptakan nilai-nilai baru dan menyampaikannya
pada masyarakat. Oleh karena itu partsipasi seluruh rakyat dalam proses
pembangunan adalah sangat penting dan diperlukan. Melihat situasi yang ada di
atas saya dapat menyimpulkan bahwa manusia dalam hakekat sosiologi sangat lah
perlu diperhatikan dalam pendidikan karena manusia tidak bisa hidup sendiri dan
perlu untuk bersosialisasi. Kemudian manusia tidak hanya sekedar menerima
nilai-nilai masyarakat saja, tetapi ia juga dapat menciptakan nilai-nilai baru
dan menyampaikannya pada masyarakat.
Hakikat manusia dalam pandangan
Islam menurut al-qur’an adalah Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari
saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudah sehingga akhirnya
menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh
karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah
Swt. Jadi manusia merupakan makhluk yang luar biasa kompleks. Sedemikian
sempurna manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dan manusia tidak selalu diam
karena dalam setiap kehidupan manusia selalu ambil bagian. Kita sebagai manusia
harus menjadi individu yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Manusia
itu tidak sepenuhnya sempurna, dalam kehidupan yang kita jalani pasti selalu
ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan, oleh karena itu juga membutuhkan
bantuan dari orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial sama seperti yang
lain karena manusia tidak bisa berdiri sendiri, dalam hal agama kita juga
mempunyai banyak maka dari itu kita harus saling menghargai dan mengasihi
karena kita sama-sama makhluk yang diciptakan tidak ada bedanya , selain itu
dalam hidup manusia juga terdapat banyak aturan yang harus kita patuhi sebagai
umat manusia.
Pandangan psikologi dalam Hakikat manusia mengarah pada
sifat manusia yaitu sifat-sifat karakteristik segenap manusia. hakikat manusia
dalam kajian ini yang dimaksudkan adalah sesuatu yang esensial dan merupakan
ciri khas manusia sebagai mahluk yang dapat menjadikan manusia berbeda dengan
mahluk-mahluk lainnya. Pada dasarnya atau pada hakikatnya hidup manusia adalah
pengalaman bersama, hidup manusia, bahkan didalam unsur-unsurnya yang paling
individual, merupakan kehidupan bersama dan tingkah laku manusia, didalam
strukturnya yang asasi, yang selalu menunjukkan kepada pribadi. Bertolak dari
pengertian psikologi yang menelaah perilaku manusia, para ahli psikologi
umumnya berpandangan bahwa kondisi ragawi, kualitas kejiwaan dan situasi
lingkungan merupakan penentu-penentu utama perilaku dan corak kepribadian
manusia. Islam memandang manusia sbagai makhluk Tuhan yang memilki keunikan dan
keistimewaan tertentu. Sebagai salah satu makhlukNYA karakteristik eksistensi
manusia harus dicari dalam relasi dengan sang pencipta dan makhluk-makhlukNYA.
Pandangan Islam dan psikologi berjumpa pada diri manusia sebagai salah satu
fenomena Tuhan dengan segala karakter kemanusiaanya tetapi sebuah perjumpaan
tidak selalu berarti pertemuan. Tinjauan islam dan psikologi yang sama-sama
menyoroti manusia ternyata hasilnya tidak selalu sejalan.
Hakikat manusia dalam ilmu tasawuf menurut Al-Ghazali
menggambarkan manusia terdiri dari Al-Nafs, Al-ruh dan Al-jism. Al-nafs adalah
substansi yang berdiri sendiri, tidak bertempat. Al-ruh adalah panas alam di (al-hararat
al-ghariziyyat) yang mengalir pada pembuluh-pembuluh nadi, otot-otot dan
syaraf. Sedangkan al-jism adalah yang tersusun dari unsur-unsur materi. Al-jism
(tubuh) adalah bagian yang paling tidak sempurna pada manusia. Ia terdiri atas
unsur-unsur materi, yang pada suatu saat komposisinya bisa rusak. Karena itu,
ia tidak mempunyai daya sama sekali. Ia hanya mempunyai mabda’ thabi’i
(prinsip alami), yang memperlihatkan bahwa ia tunduk kepada kekuatan-kekuatan
di luar dirinya. Tegasnya, al-jism tanpa al-ruh dan al-nafs adalah benda mati.
Selain itu, Al-Ghazali juga menyebutkan manusia terdiri dari substansi yang
mempunyai dimensi dan substansi (tidak berdimensi) yang mempuyai kemampuan
merasa dan bergerak dengan kemauan. Yang pertama adalah al-jism dan yang kedua
al-nafs. Di sini, ia tidak membicarakan al-ruh dalam arti sejenis uap yang
halus atau panas alami, tetapi ia menggambarkan adanya dua tingkatan al-nafs
dibawah al-nafs dalam arti esensi manusia, yaitu al-nafs al-nabatiyyat
(jiwa vegetatif) dan al-nafs al-hayawaniyyat (jiwa sensitif).
Menurut Al-Ghazali, Jiwa (al-nafs al-nathiqah) sebagai esensi manusia
mempunyai hubungan erat dengan badan. Hubungan tersebut diibaratkan seperti
hubungan antara penunggang kuda dengan kudanya. Hubungan ini merupakan
aktifitas, dalam arti bahwa yang memegang inisiatif adalah penunggang kuda
bukan kudanya. Kuda merupakan alat untuk mencapai tujuan. Ini berarti bahwa
badan merupakan alat bagi jiwa. Jadi, badan tidak mempunyai tujuan pada
dirinya dan tujuan itu akan ada apabila dihubungkan dengan jiwa, yaitu sebagai
alat untuk mengaktualisasikan potensi-potensinya. Dari penjelasan Al-ghazali
diatas saya mengartikan bahwa badan hanya sebatas alat sedangkan jiwa yang
merupakan memegang inisiatif yang mempunyai kemampuan dan tujuan. Badan tanpa
jiwa tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Badan tidak mempunyai tujuan, tetapi
jiwa yang mempunyai tujuan. Badan menjadi alat untuk mencapai tujuan tersebut.
Oleh karena itu, jiwalah nanti yang akan menikmati dan merasakan bahagia
atau sengsaranya di akhirat kelak. Dengan demikian terlihat jelas bahwa telah
ditemukan dasar pemahaman yang mendalam pada filsafat tentang manusia.
PERBEDAAN
MANUSIA DENGAN MAKHLUK LAINNYA
Tidak ada
satupun manusia yang mau disamakan dengan binatang, baik kera maupun spesies
yang lain. Di antara semua makhluk hidup, manusia mempunyai keunikan-keunikan
yang membuatnya sangat istimewa. Berikut ini adalah 7 diantara banyak
keistimewaan yang dimiliki oleh manusia:
1. Punya masa menopause
Berbeda dengan sebagian besar binatang yang akan terus bereproduksi hingga
akhir hayatnya, manusia khususnya wanita hanya akan bereproduksi sampai tiba
pada suatu masa yang disebut menopause.
Begitu memasuki masa menopause, wanita akan berhenti dari kodratnya untuk
bereproduksi dan menjalankan fungsi baru sebagai nenek yang akan mengasuh
cucunya. Selain manusia, hanya beberapa spesies ikan paus saja yang mengenal
menopause.
2. Melewati masa kecil lebih lama
Dibandingkan primata maupun binatang yang lain, manusia menghabiskan waktu yang
lebih lama untuk tinggal bersama dan mengasuh keturunannnya. Beberapa ahli
menduga hal ini dipicu oleh ukuran otak manusia yang lebih besar, sehingga
butuh waktu lebih lama untuk berkembang dengan sempurna.
3. Wajah memerah saat tersipu
Dari semua bentuk ekspresi, wajah yang memerah saat tersipu malu adalah yang
paling unik dan hanya terjadi pada manusia. Tidak diketahui pasti bagaimana hal
ini terjadi, namun hal ini dinilai telah banyak membantu manusia untuk bersikap
jujur.
4. Bisa menciptakan api
Kemampuan manusia untuk membuat api adalah bekal penting dalam memenangkan
seleksi alam. Ancaman predator nokturnal yang mengintai ketika hari mulai gelap
menjadi mudah bagi manusia untuk ditanggulangi.
Bukan itu saja, kemampuan membuat api juga mengubah diet manusia purba dari
kulit kayu yang keras menjadi makanan olahan yang lebih mudah dicerna. Diduga
hal inilah yang membuat ukuran gigi dan organ-organ pencernaan lain pada
manusia modern makin mengecil.
5. Mengenal pakaian
Tidak seperti kera yang tubuhnya tertutup bulu (rambut), secara alami manusia
tidak punya pelindung terhadap perubahan suhu di permukaan kulitnya. Namun
dengan kecerdasan yang dimiliki, manusia bisa membuat pakaian yang menggantikan
fungsi bulu pada beberapa jenis binatang.
Kemampuan manusia untuk membuat pakaian bahkan telah memicu terjadinya evolusi
pada spesies lain, salah satunya kutu. Jika sebelumnya kutu hidup menempel pada
bulu, kini sebagian di antaranya lebih memilih hidup menempel di baju.
6. Berbicara
Sejak kurang lebih 35.000 tahun yang lalu, manusia memiliki tenggorokan yang
posisinya lebih rendah dibandingkan pada simpanse. Ditunjang dengan tulang
hyoid berbentuk tapal kuda yang terletak di bawah lidah, manusia mampu
mengontrol suara yang dihasilkan sehingga bisa berbicara.
7. Jemari tangan yang fleksibel
Manusia adalah satu-satunya spesies yang bisa memutar jempol tangannya ke
berbagai arah hinggga 360 derajat. Jari-jari yang lain juga lebih fleksibel
dibandingkan primata, sehingga manusia menjadi spesies paling terampil dalam
memanfaatkan peralatan.
PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan
ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi
budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan
oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra
yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti
“individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang
dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut
membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan
menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya
yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan
hidup mereka.Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang
koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya
meramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits
dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu
sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai
sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur
sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual
dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana
hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai
kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
UNSUR-UNSUR
KEBUDAYAAN
Koentjaraningrat (1985) menyebutkan
ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan.
Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
- Kesenian
- Sistem teknologi dan peralatan
- Sistem organisasi masyarakat
- Bahasa
- Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
- Sistem pengetahuan
- Sistem religi
PERUBAHAN
KEBUDAYAAN
Masyarakat dan kebudayaan di mana pun selalu dalam keadaan berubah, ada dua
sebab perubahan:
1.Sebab yang berasal dari masyarakat dan lingkungannya
sendiri,misalnya perubahan jumlah dan komposisi.
2. Sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat
yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat
dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah secara lebih cepat.
3.Adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan
inovasi.
Dalam masyarakat maju, perubahan kebudayaan biasanya terjadi melalui
penemuan (discovery) dalam bentuk ciptaan baru (inovatiori) dan melalui proses
difusi. Discovery merupakan jenis penemuan baru yang mengubah persepsi mengenai
hakikat suatu gejala mengenai hubungan dua gejala atau lebih. Invention adalah
suatu penciptaan bentuk baru yang berupa benda (pengetahuan) yang dilakukan
melalui penciptaan dan didasarkan atas pengkom-binasian pengetahuan-pengetahuan
yang sudah ada mengenai benda dan gejala yang dimaksud.
Ada empat bentuk peristiwa perubahan kebudayaan. Pertama, cultural lag,
yaitu perbedaan antara taraf kemajuan berbagai bagian dalam kebudayaan suatu
masyarakat. Dengan kata lain, cultural lag dapat diartikan sebagai bentuk
ketinggalan kebudayaan, yaitu selang waktu antara saat benda itu diperkenalkan
pertama kali dan saat benda itu diterima secara umum sampai masyarakat
menyesuaikan diri terhadap benda tersebut.
Kedua, cultural survival, yaitu suatu konsep untuk meng-gambarkan suatu
praktik yang telah kehilangan fungsi pentingnya seratus persen, yang tetap
hidup, dan berlaku semata-mata hanya di atas landasan adat-istiadat
semata-mata. Jadi, cultural survival adalah pengertian adanya suatu cara
tradisional yang tak mengalami perubahan sejak dahulu hingga sekarang.
Ketiga, pertentangan kebudayaan (cultural conflict), yaitu proses
pertentangan antara budaya yang satu dengan budaya yang lain.
Konflik budaya terjadi akibat terjadinya perbedaan kepercayaan atau
keyakinan antara anggota kebudayaan yang satu dengan yang lainnya.
Keempat, guncangan kebudayaan (cultural shock), yaitu proses guncangan
kebudayaan sebagai akibat terjadinya perpindahan secara tiba-tiba dari satu
kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Ada empat tahap yang membentuk siklus
cultural shock, yaitu: (1) tahap inkubasi, yaitu tahap pengenalan terhadap
budaya baru, (2) tahap kritis, ditandai dengan suatu perasaan dendam; pada saat
ini terjadi korban cultural shock, (3) tahap kesembuhan, yaitu proses melampaui
tahap kedua, hidup dengan damai, dan (4) tahap penyesuaian diri; pada saat ini
orang sudah membanggakan sesuatu yang dilihat dan dirasakan dalam kondisi yang
baru itu; sementara itu rasa cemas dalam dirinya sudah berlalu.
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DENGAN
KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu
ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk
Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan
melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari
dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu
sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi
sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga
dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan
salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan
kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut
merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia Di dunia sosiologi
manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun
keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia
menciptakan kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia.