WUJUD-WUJUD
KEBUDAYAAN YANG BERASAL DARI DAERAH JAWA TENGAH
1. IDE-IDE -> TEORITIS SUATU
BUDAYA
Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang
terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi
Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di
sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara.
Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakup wilayah
Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai “jantung” budaya Jawa.
Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki
budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan
dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan
India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini.
Kebudayaan yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah mayoritas merupakan
kebudayaan Jawa, namun terdapat pula kantong-kantong kebudayaan Sunda di
wilayah sebelah barat yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat terutama di
Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap. Jawa Tengah adalah propinsi dimana
budaya jawa banyak berkembang disini karena di Jawa Tengah dahulu banyak
kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di Jawa
Tengah.Kebudayaan Jawa merupakan salah satu sosok kebudayaan yang tua. Kebudayaan Jawa mengakar di Jawa Tengah bermula dari kebudayaan nenek moyang yang bermukim di tepian Sungai Bengawan Solo pada ribuan tahun sebelum Masehi. Fosil manusia Jawa purba yang kini menghuni Museum Sangiran di Kabupaten Sragen, merupakan saksi sejarah, betapa tuanya bumi Jawa Tengah sebagai kawasan pemukiman yang dengan sendirinya merupakan suatu kawasan budaya. Dari kebudayaan purba itulah kemudian tumbuh dan berkembang sosok kebudayaan Jawa klasik yang hingga kini terus bergerak menuju kebudayaan Indonesia.
2. AKTIFITAS BUDAYA -> ADAT DAN
ISTIADAT
Ada beberapa adat
istiadat yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah.
1.
Mupu adalah salah satu di antaranya. Mupu berarti memungut anak.
Tujuannya agar kelak juga dapat menyebabkan hamilnya ibu yang memungut anak.
Pada saat si ibu hamil, jika mukanya tidak kelihatan bersih dan secantik
biasanya, disimpulkan bahwa anaknya adalah laki-laki. Jika sebaliknya, maka
anaknya perempuan.
Pada saat usia kehamilan 7 bulan, diadakan acara nujuh bulanan
atau mitoni. Pada acara ini disiapkan sebuah kelapa gading dengan gambar wayang
Dewa Kamajaya (jika laki-laki akan tampan seperti Dewa Kamajaya) dan Dewi
Kamaratih (jika perempuan akan cantik seperti Dewi Kamaratih), gudangan
(sayuran) yang dibumbui, lauk lainnya, serta rujak buah.
Ketika bayinya lahir, diadakan slametan, yang dinamakan
brokohan. Pada brokohan ini biasanya disediakan nasi tumpeng lengkap dengan
sayur dan lauknya. Ketika bayi berusia 35 hari, diadakan acara slametan
selapanan. Pada acara ini rambut sang bayi dipotong habis. Tujuannya agar
rambut sang bayi tumbuh lebat.
2.
Kenduren atau selametan
adalah tradisi yang sudaah turun temurun dari jaman dahulu, yaitu doabersama
yang di hadiri para tetangga dan di pimpin oleh pemuka adat atau yang di tuakan
disetiap lingkungan, dan yang di sajikan berupa Tumpeng, lengkap dengan lauk
pauknya.Tumpeng dan lauknya nantinya di bagi bagikan kepada yang hadir yang di
sebut Carikan ada juga yang menyebut dengan Berkat.Carikan/ berkatTujuan
dari kenduren itu sendiri adalah meminta selamat buat yang di doakan,
dankeluarganya,kenduren itu sendiri bermacam macam jenisnya, antara lain :*
kenduren wetonan ( wedalan ) Di namakan wetonan karena tujuannya untuk
selametanpada hari lahir ( weton, jawa ) seseorang. Dan di lakukan oleh hampir
setiap warga, biasanya 1keluarga 1 weton yang di rayain , yaitu yang paling tua
atau di tuakan dalam keluarga tersebut.Kenduren ini di lakukan secara rutinitas
setiap selapan hari ( 1 bulan ). Biasanya menu sajiannyahanya berupa tumpeng
dan lauk seperti sayur, lalapan, tempe goreng, thepleng, dan srundeng.tidak ada
ingkung nya ( ayam panggang ).* Kenduren Sabanan ( Munggahan ) Kenduren ini
menurut cerita tujuannya untuk menaikkan para leluhur. Di lakukan pada bulan
Sya’ban, dan hampir oleh seluruh masyarakat diWatulawang dan sekitarnya,
khususnya yang adatnya masih sama, seperti desa peniron,kajoran, dan
sekitarnya. Siang hari sebelum di laksanakan upacara ini, biasanya di lakukan
ritualnyekar, atau tilik bahasa watulawangnya, yaitu mendatangi makan leluhur,
untuk mendoakanarwahnya, biasanya yang di bawa adalah kembang, menyan dan empos
( terbuat dari mancung). Tradisi bakar kemenyan memang masih di percaya oleh
masyarakat watulawang, sebelummulai kenduren ini pun, terlebih dahulu di di
jampi jampi in dan di bakar kemenyan di depanpintu. Menu sajian dalam kenduren
sabanan ini sedikit berbeda dengan kenduren Wedalan,yaitu disini wajib memakai
ayam pangang ( ingkung ).* Kenduren Likuran Kenduren ini di laksanakan pada
tanggal 21 bulan pasa ( ramadan ), yang di maksudkan untuk memperingati Nuzulul
Qur’an. dalam kenduren ini biasanya dilakukan dalam lingkup 1 RT, dan bertempat
di ketua adat, atau sesepuh di setiap RT. dalamkenduren ini, warga yang datang
membawa makanan dari rumah masing2, tidak ada tumpeng,menu sajiannya nasi
putih, lodeh ( biasanya lodeh klewek) atau bihun, rempeyek kacang.
3.HASIL
BUDAYA SECARA FISIK
1. Kerajinan wayang
kulit.
Wayang
kulit adalah kerajinan wayang atau boneka yang terbuat dari kulit berbentuk dua
dimensi. Wayang kulit digunakan untuk seni pedalangan atau sebagai hiasan.
Wayang kulit banyak dihasilkan oleh pengrajin seni di daerah Yogyakarta,
Surakarta, Kedu, Bali. Setiap daerah memiliki corak, warna, dan bentuk yang
berbeda.
2. Kerajinan ukiran kayu
Kerajinan
ukiran kayu menghasilkan benda-benda ukir berupa perabotan rumah tangga ukir
seperti meja, kursi, tempat tidur, lemari, hiasan dinding, dan gambar relief.
Daerah penghasil ukiran kayu terbesar di Indonesia antara lain Jepang, Bali,
Madura, dam suku Asmat di Papua.
3. Kerajinan anyaman
Kerajinan
anyaman biasanya menggunakan bahan alami yang berupa bilah bambu, rotan, kayu,
eceng gondok kering, dan lain-lain. Barang kerajinan anyaman di Indonesia
misalnya tas, keranjang, tikar, topi, dan lain-lain. Daerah penghasil kerajinan
anyaman di Indonesia antara lain Tangerang, Kedu, Kudus, Tasikmalaya, dan Bali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar