Senin, 05 Januari 2015

Tulisan IBD Cerpen Tentang Hubungan Manusia dan Tanggung Jawab

Pagi itu semua beraktivitas seperti biasanya, seluruh anggota keluarga bersiap untuk menjalankan aktivitas kesehariannya masing-masing. Ada yang sedang mandi, ada yang sedang sarapan, dan ada yang sedang membereskan buku yang akan dibawa kesekolah. Sampai akhirnya, waktu menunjukkan pukul 06.30 WIB, Ayah berangkat ke kantor, Lola dan Loli berangkat ke sekolah bersama sama, sedangkan Ibu berbelanja ke warung sayur untuk membeli sayur sayur yang akan dimasak hari itu.

Tidak ada perasaan aneh yang menyelimuti perasaan mereka. Lola dan Loli berangkat kesekolah seperti biasa dengan mengendarai sepeda motor. Perjalanan dari rumah lancar lancar saja, tapi tiba tiba mereka terjatuh, letaknya tidak jauh dari sekolah Loli, motor mereka terjatuh karena keserempet oleh motor lain. Seketika orang orang disekitar tempat kejadian langsung menolong Lola dan Loli. 

Dan karena kaki kedua kakak beradik itu luka, mereka pun tidak bisa melanjutkan perjalanan kesekolah. Akhirnya Lola dan Loli diantar pulang oleh tukang ojek.

Sesampainya dirumah, si Ibu pun kaget, melihat kedua anaknya yang pulang diantar oleh ojek. Karena biasanya jam segitu mereka belum pulang, bahkan sampai di sekolah pun belum. Dan setelah mendengar cerita kedua anak mereka, sang Ibu langsung menangis, karena kedua anaknya tidak bisa pergi kesekolah hari itu, padahal hari itu ada ulangan. Terlebih lagi, saat si Ibu melihat kaki kedua anaknya yang luka cukup parah. Tentu saja hal tersebut m,enambah kesedihan Ibu. 

Si Ibu pun segera mengobati luka kedua anaknya tersebut, dan mamanggil tukang urut untuk mengobati kaki kedua anaknya, karena beliau takut ada luka dalam. 

Setelah berobat ke dokter, Lola dan Loli pun mendapat surat dari dokter, mereka harus beristirahat di rumah selama seminggu ke depan. Tentu saja Lola dan Loli sangat sedih, karena mereka tidak bisa mengikuti pelajaran sebagaimana biasa. Padahal selama seminggu ke depan mereka sedang UTS, dalam hati mereka, mereka sangat tidak mau mengikuti ulangan susulan. 

Karena tekad yang kuat itulah, mereka berusaha keras untuk sembuh dari luka yang mereka alami. Dan benar saja, belum sampai seminggu mereka beristirahat di rumah, mereka sudah mamaksa untuk masuk sekolah. Sebenarnya kedua orangtua mereka melarang mereka, karena kondisi kesehatan mereka belum pulih benar. Akan tetapi, kalau kedua anak mereka memaksa, mau bilang apa lagi ? Mereka terpaksa menuruti kemauan dua anaknya.

Sebenarnya kaki Loli belum sembuh benar, luka di mata kakinya masih belum kering, kakinya masih bengkak. Karena hal itu dia tidak bisa menggunakan sepatu ke sekolah. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat Loli untuk pergi ke sekolah. Ia pergi kesekolah dengan menggunakan sandal.

Sesampainya di sekolah, saat turun dari kendaraan, kaki Loli pun masih sangat ngilu untuk di bawa berjalan. Namun, karena tekad dan rasa tanggung jawabnya yang besar kepada sekolah dan kedua orang tuanya. Ia berjalan menuju ruang kelas dengan menahan rasa yang amat sakit di kakinya. 

Itu semua dia lakukan karena rasa tanggung jawabnya kepada kedua orang tua nya yang sudah menyekolahkan dia. Dalam hatinya dia bertekad, dia harus tetap bersekolah dan mendapat nilai maksimal, sekalipun dia ada dalam kondisi sakit. Begitu pula dengan Lola, dia tetap bersekolah, sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada orang tua dan dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar